Monday, August 24, 2009

Jews Are More Powerful Than Muslims

Bismillahirrahmanirrahim..

Perhatikan fakta2 di bawah..Lihatlah bagaimana jauhnya mereka meninggalkan kita dalam aspek2 teknikal…Jesteru itu, perlulah kita berusaha sedaya-upaya dalam membina generasi yang lebih hebat untuk mengalahkan mereka. Tak dinafikan kesemua fakta di bawah merupakan aspek kekuatan teknologi namun ia juga perlu ditekankan untuk kemenangan Islam..Kita memerlukan 3 kekuatan untuk mendapat kemenangan ke atas mereka yakni:

1-Kekuatan Iman (Hubungan kita dengan Allah)

2-Kekuatan Ukhuwwah (Umat Islam itu bersaudara-Quran)

3-Kekuatan Senjata(Teknologi)
Oleh itu, mari kita persiapkan diri kita. Mulailah dengan diri kita kemudian serulah orang lain untuk bersama-sama dengan kita dalam projek ini…Jangan kita hanya mengharapkan orang lain untuk berusaha namun kita hanya duduk di belakang sahaja. Hamas telah memulakan usaha mereka ke arah mencapai 3 Kekuatan ini..Kita..Bila??

Anda seorang pelajar? Maka belajarlah bersungguh-sungguh dan cuba dapat kan pangkat PHD atau kedudukan yang lebih tinggi serta pakar dalam bidang yang anda ceburi.

Anda merupakan seorang ibu atau bapa? Maka didiklah anak-anak anda dengan ajaran Islam yang kukuh dan galakkan mereka dalam penguasaan ilmu dengan baik.

Anda seorang guru? Maka galakkanlah anak2 murid anda supaya belajar bersungguh-sungguh dan terapkan dalam diri mereka bahawa kejayaan mereka juga adalah kejayaan Islam.

Ingatlah walau apa pun status anda di dunia ini(peguam,pemandu teksi,nelayan,wartawan dll) setiap kamu memiliki sesuatu untuk disumbangkan kepada Islam. Oleh itu, menyumbanglah mengikut kemampuanmu..

Firman Allah yang bermaksud, "Allah tak membebani seseorang itu melainkan seseuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) daripada kejahatan yang diperbuatnya. (Al-Baqarah:286)


Cuba kita renungkan apa yang telah dinyatakan oleh beliau...


Extracts of speech by Hafez A.B Mohamed: Director-General, Al Baraka Bank.


Demographics:

World Jewish Population: 14 million
Distribution:
7 m in America
5 m in Asia
100 thousand in Africa

World Muslim Population: 1.5 billion
Distribution:
1 billion in Asia/Mid-East
400 M in Africa
44 M in Europe
6 M in the Americas

o Every fifth human being is a Muslim.
o For every single Hindu there are two Muslims
o For every Buddhist there are two Muslims
o For every Jew there are 107 Muslims
o Yet the 14 million Jews are more powerful than the entire 1.5 billion Muslims

Why?

Here are some of the reasons.

Movers of Current History (All Jewish)
o Albert Einstein
o Sigmund Freud
o Karl Marx
o Paul Samuelson
o Milton Friedman


Medical Milestones (All Jewish)
o Vaccinating Needle Benjamin Ruben
o Polio Vaccine Jonas Salk
o Leukaemia Drug Gertrude Elion
o Hepatitis B Baruch Blumberg
o Syphilis Drug Paul Ehrlich
o Neuro muscular Elie Metchnikoff
o Endocrinology Andrew Schally
o Cognitive therapy. Aaron Beck
o Contraceptive Pill Gregory Pincus
o Understanding of Human Eye. G. Wald
o Embryology. Stanley Cohen
o Kidney Dialysis Willem Kloffcame

Nobel Prize Winners
In the past 105 years, 14 million Jews have won 180 Nobel prizes whilst 1.5 billion Muslims have contributed only 3 Nobel winners

Inventions that changed History (All Jewish)
o Micro- Processing Chip. Stanley Mezor
o Nuclear Chain Reactor Leo Sziland
o Optical Fibre Cable Peter Schultz
o Traffic Lights Charles Adler
o Stainless Steel Benno Strauss
o Sound Movies Isador Kisee
o Telephone Microphone Emile Berliner
o Video Tape Recorder Charles Ginsburg

Influential Global Business (All Jewish)
o Polo Ralph Lauren
o Coca Cola
o Levi's Jeans Levi Strauss
o Sawbuck's Howard Schultz
o Google Sergey Brin
o Dell Computers Michael Dell
o Oracle Larry Ellison
o DKNY Donna Karan
o Baskin & Robbins Irv Robbins
o Dunkin Donuts Bill Rosenberg


Influential Intellectuals/Politicians (All Jewish)
o Henry Kissinger , US Sec of State
o Richard Levin, PresidentYaleUniversity
o Alan Greenspan , US Federal Reserve
o Joseph Lieberman
o Madeleine Albright , US Sec of State
o CasperWeinberger , US Sec of Defence
o Maxim Litvinov , USSR Foreign Minister
o DavidMarshal , Singapore Chief Minister
o Isaacs Isaacs, Gov-GenAustralia
o Benjamin Disraeli, British Statesman
o Yevgeny Primakov, Russian PM
o Barry Goldwater , US Politician
o Jorge Sampaio, President Portugal
o Herb Gray, Canadian Deputy - PM
o Pierre Mendes, French PM
o Michael Howard, British Home Sec.
o Bruno Kriesky, Austrian Chancellor
o Robert Rubin , US Sec of Treasury

Global Media Influential (All Jewish)
o Wolf Blitzer, CNN
o Barbara Walters ABC News
o EugeneMeyer , Washington Post
o Henry Grunwald, Time Magazine
o Katherine Graham , Washington Post
o Joseph Lelyeld, New York Times
o Max Frankel, New York Times

Global Philanthropists (All Jewish)
o George Soros
o Walter Annenberg


WHY ARE THEY POWERFUL? WHY ARE MUSLIMS POWERLESS?

Here's another reason. We have lost the capacity to produce knowledge.

o In the entire Muslim World (57 Muslim Countries) there are only 500 universities.
o In USA alone, 5,758 universities
o In India alone, 8,407 universities
o Not one university in the entire Islamic World features in the Top 500 Ranking Universities of the World
o Literacy in the Christian World 90%
o Literacy in the Muslim World 40%
o 15 Christian majority-countries, literacy rate 100%
o Muslim majority - countries , None
o 98% in Christian countries completed primary
o Only 50% in Muslim countries completed primary.
o 40% in Christian countries attended university
o In Muslim countries a dismal 2% attended.
o Muslim majority countries have 230 scientists per one million Muslims
o The USA has 5000 per million
o The Christian world 1000 technicians per million.
o Entire Arab World only 50 technicians per million.
o Muslim World spends on research/development 0.2% of GDP
o Christian World spends 5 % of GDP

Conclusion.
o The Muslim World lacks the capacity to produce knowledge.

Another way of testing the degree of knowledge is the degree of diffusing/spreading knowledge.

o Pakistan 23 daily newspapers per 1000 citizens
o Singapore 460 per 1000 citizens.
o In UK book titles per million is 2000
o In Egypt book titles per million is only 17

Conclusion.
o Muslim World is failing to diffuse/spread knowledge


Applying Knowledge is another such test.
o Exports of high tech products from Pakistan is 0.9% of its exports.
o In Saudi Arabia is 0.2%
o Kuwait , Morocco and Algeria 0.3%
o Singapore alone is 68%

Conclusion.
o Muslim World is failing to apply knowledge.

What do you conclude? no need to tell the figures are speaking themselves very loudly we are unable to listen

Advice:

Please educate yourself and your children. always promote education, don't compromise on it, don't ignore your children's slightest misguidance from education (and please, for God's Sake, don't use your personal contacts or sources to promote your children in their education; if they fail, let them and make them learn to pass; b/c if they can't do it now, they can't ever).
We are World's biggest and strongest nation, all we need is to identify and explore our ownselves. Our victory is with our knowledge, our creativity, our literacy…And nothing else.

http://paksi.net

Sunday, August 23, 2009

Lelaki Yang Terhangat

Seringkali aku mengharapkan untuk menjadi jejaka yang terhangat. Aku diperlihatkan dengan pelbagai gelagat dan ragam manusia di sekitarku. Kudapati ada di antara mereka yang bersifat penyanyang, ada pula yang terlalu emosional dan ada pula yang banyak mulutnya. Aku selalu memikirkan bagaimana untuk menjadi lain dari yang lain dan dipandang tinggi oleh mansyrakat sekelilingku...

Satu kata-kata hikmah dari ahli hukama bermain di fikiranku... Acap kali aku terdengar satu ungkapan "Jadilah engkau 99% inspirasi kepada yang lain dan jadikanlah 1% itu sebagai inspirasi kepada dirimu sendiri." Namun aku masih lagi berfikir bagaimana untuk mencapai kenginan itu...

Aku sering merenung kebesaran Ilahi, membuahkan pelbagai hikmah di ruang dada. Masih lagi tercari-cari akan identiti diri. Masih sepi dalam keriangan khalayak ramai aku diperlihaatkan dengan bermacam ragam kehidupan di dunia ini.

Aku ceritakan satu persatu kepada dikau akan perihal manusia... Insan ini mempunyai satu pegangan yang agak pelik... Dia sungguh terkenal dengan satu hal "Aku tak suka perempuan! Aku tak kan kahwin." Namun dia bukanlah seorang homoseksual dan perilakunya agak kasar. Pengaruhnya agak kuat dalam masyarakat sekelilingnya. Kehadirannya juga serba-sedikit memberikan impak kepada perjalanan seharian masyarakat itu. Hatiku membisik sejenak "Adakah ini yang engkau mahukan agar dikau dipandang tinggi?" Tetapin bagiku dia tidaklah menepati ciri-ciri yang kuidamkan. Hmm susah betul..

Tidak kurang pula daripada itu, seorang Insan ini pula kononnya sudah tahu semuanya. Cakap sahaja sedikit pasti dia akan menambahkan segala-galanya akan perkataanmu. Bak kata orang tua-tua memang patut kita menunut ilmu agar mudah berbicara dengan orang. Namun perihal orang ini, dia bijak tetapi kurang rapat dengan sekitarnya. Dia lebih cenderung untuk bergaul dengan berlainan jantina sahaja. Almaklum dia tidak disukai dalam kalanganyan sendiri. Aku masih kekeliruan lagi, adakah dia dipandang tinggi dalam arena pergaulannya itu? Adakah dia menjadi contoh kepada pria-pria sejagat dan menjadi rebutan para gadis? Sudah tentu tidak dek kerana sikapnya yang egoistik dan Cik Serba Tahu lah katakan. Apa yang orang kata tidak mahu dia perturutkan....

Hadirnya juga seorang Insan yang membawa saingan besar la juga kepada dua watak yang lain. Sepanjang tempoh dia berinteraksi dalam masyarakat, dia seorang yang pendiam di khalayak ramai. Dia memiliki sifat yang fleksible. Dia juga Cik Serba Boleh namun tidak lah pula bnayak omangannya. Dia disukai ramai dalam kelompoknya. Dalam kalangan wanita, dia nie sebenarnya amat diminati dalam diam. Jika dalam kelompoknya pandai sungguh dia bergurau tapi bila dikacau oleh perempuan habis terdiam membisu dia. Kedatangnanya memberikan impak yang besar terhadap beberapa individu selain mampu membuatkan ramai orang menerima kehadirannya dengan baik sekali. Pada masa yang sama, ada juga orang yang amat membencinya dek kerana pandangan yang dimiliknya berbeza dengan orang lain...
Hatiku mulai tertanya lagi "Adakah dia insan terbaik?" Dan aku andaikannya sebagai "Ya..." Tetapi dia bukanlah dari kalanganku yang bisa memandang satu hal itu dari perspektif yang berbeza.. "Ha aku gagal lagi..." Keluh hatiku yang termanggu-manggu...


"Argh!!!!!! Apakah jawapan yang terbaik untuk ini?" Qalbuku berteriak menginginkan perhiasan diri yang abadi... Hinggalah ke saat ini Yang Maha Mengetahui memberikan kepadaku petunjuk.... Satu sabda Nabi Muhammad S.A.W. Bermaksud

"Cemburuilah kepada dua mu'min ini iaitu orang yang memmbaca Al-Quran dan mengamalkannya...."

Lantas jiwa ini mulai tergerak seribu langkah berkata seribu bahasa memandang seribu batu "Ha ini lah yang patut menjadi ikutanku. Andai aku melaluinya pasti kehebatan dan kejayaan hakiki manjadi sinaran makhkota diriku!"


Wahai umat,
Andai benar apa yang telah aku perkatakan,
Maka kau turuti lah ia hingga ke akhir hayatmu,
Hingga gunung Uhud tunduk kepadamu,
Matahari berhenti terbanam keranamu

Wahai umat,
Jika engkau menafikan perihal ini,
Maka tunjukkanlah kepada dirimu akan kebenaran yang engkau janjikan,
Beritakanlah kepada kami akan tali-tali selainNya yang membawa kemenangan,
Hingga matahari dan bulan tidak menuruti aturan,
Dan siang dan malam hilangan keserasian

Namun perlu juga engkau katahui, jika engkau memilih jalan ini sebagai panduan hidup, tadaklah semudah yang engkau sangka kerana yang memusuhimu itu telah lama ceriteranya sejak Adam A.S.

Kini segalnya dalam tanganmu yang menetukan hala tujumu. Bagaimanakah acuan yang kau inginkan untuk seluruh hidupmu yang bakal engkau dambakan selama-lamanya? Adakah engkau memilih untuk menuruti apa yang talah disediakan oleh Yang Maha Mengasihani? Atau menurut hawa nafsumu yang melencong?



Sunday, July 26, 2009

Siapakah sahabat

Dalam perjalanan aku menuju ke asrama, hatiku melayang seketika mengenang semula kenangan yang lama ditinggalkan. Saat itu tidak aku pedulikan sekelilingku lagi... Berjalan dan terus berjalan berhenti ke surau dahulu menunaikan kewajiban aku sebagai hamba Yang Maha Kuasa.

Fikiranku masih lagi di kitab lama mengulitinya dengan penuh khayalan hingga aku tersedar ke alaf ini di samping rakan-rakan asrama sunyi dalam kemeriahan. Hinggakan aku aku terdengar satu keluhan dari hati kecil seorang insan, "Sahabat masa senang memang senang nak cari dan sahabat masa susah memang susah nak cari".

Hati kecil ini tertawa kecil dan diam sejenak lantas aku mula mengamati keluhan itu dengan penuh tumpuan. Sekilas pandang mengasihani nasibnya diselimuti atmosfera ketandusan nilai persahabatan.

Adakah umat akhir ini pernah terfikir? "Layakkah aku bersahabat?" sedangkan hak terhadap sahabat tidak ditunaikan? Sekali lagi kedengaran, "Atau hanya sekadar saudara semuslim?" Namun hak sesama Islam belum dipenuhi. Lantas terus berbisik, "Adakah aku layak menerima sahabat?" Sedangkan di abaikan pula hak terhadap dirinya, Penciptanya dan Nabinya?

Sekiranya ingin mencari sahabat maka selamilah dirimu dahulu. Andai diri ini belum mengenal Rabbnya maka jalinkanlah ikatan denganNya dahulu kerana dialah yang menciptakan sahabat untuk kita dan Dia juga memperteguh tali persahabatan itu. Cintailah RasulNya dahulu kerana dia lah Habibullah Rahmatan Lil'alamin.

Namun begitu janganlah engkau pergi terlalu jauh sebelum kau jadikan Qur'an sahabatmu dahulu dan sunnah sebagai pedomanmu selamanya. Setelah itu, bertebaranlah dikau menjadi sahabat kepada yang lain menghiasi sesamanya dengan keindahan sinar cahaya Rabbani lantas lekaslah engkau mengharap dan mencari sekalian sahabat untukmu yang mampu membantumu di dunia dan akhirat...

Andai telah engkau temui kurniaan Maha Mengasihani, maka syukuriNya dan katakanlah, "Uhibbuka / Uhibbuki fillah"

Lantas seketika aku melayang dengan suara itu, aku tersentak dari lamunan dengan panggilan namaku setelah itu.. Aku mendapatinya dan kami menuju ke Dewan Makan mengisi perut yang berkeroncong ini...

Insan Bernama Sahabat

Insan Bernama Sahabat

Sahabatku..
Kau begitu tabah..sahabat
Kau ditertawakan..kau masih tersenyum
kau diumpat keji tapi masih tersenyum
kau insan yang berhati mulia..

Aku senang denganmu sahabat
Aku bahagia denganmu sahabat
setiap kali Rejab datang..aku teringatkan mu
kau sahabat yang mengingatkan aku berpuasa
kau memang istimewa..

Sahabat.
Namun semua tinggal kenangan
aku tidak pernah lupakanmu
ingatanku tidak pernah padam
Syukur..kerana diizinNya untuk sentiasa mengingatimu
Disaat itu..pasti aku hadiahkan Al-Fatihah untukmu

Sahabat..
Ku sentisa mendoakan kesejahteraanmu di sana
Pastinya suatu hari nanti aku jua akan ke sana
Sahabat..Al-Fatihah untukmu.

Amin

" Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang"

(Saidina Ali)



Pernahkah saudara membaca puisi ini?


Hai,


Sekalian manusia menginginkan sahabat yang sejati walaupun tidak sempurna. Mereka sering mengharapkan sahabat mereka sentiasa di samping mereka walau di mana mereka berada di kala senang dan susah hingga kita sering kedengaran keluhan dari lubuk kecil sesetengah insan "Sahabat waktu senang memang senang nak dapat dan sahabat waktu susah memang susah nak dapat".


Sekali kilas nampaklah mereka ini sedih dengan atmosfera mereka yang ketandusan nilai persahabatan. Namun pernahkah umat akhir ini terfikir,

"Adakah aku layak bersahabat?"
Sedangkan hak terhadap sahabat tidak pernah mereka tunaikan? Selagi kebenaran

"Kalau begitu adakah sekadar saudara semuslim?"
Sedangkan hak sesama muslim mereka endah tak endah? Selagi lagi terlintas,
"Adakah aku layak megharapkan sahabat di sisiku?"
Sedangkan bagaimana untuk menjadi sahabat pun tiada ia mengerti?



Wahai umat sekalian, sekalipun kita mengharap dan mencari sahabat dan erti nilai persahabatan yang sebenar, maka selamilah diri sendiri dahulu. Pupuklah kasihn dan cintamu terhadap yang menciptakan sahabat dan nilai itu. Jadikanlah Quran sahabatmu dahulu dan Sunnah ikutanmu dahulu. Lantas jadikanlah hatimu sahabat kepada dirimu dahulu lalu bertebaranlah menjadi sahabat kepada yang lain dan mulakanlah pengaharapan dan pencarianmu akan sahabat yang akan membantumu di dunia dan di akhirat.



Wallahualam...



Saturday, March 14, 2009

Bukan Madu Yang Manis Bukan Ubat Yang Pahit

Assalamualaikum,

Bila hati sudah mula melekat segala kecacatan nampak semuanya indah-indah belaka. Ape yang tidak kita sanggup kita mampu lakukan demi orang yang kita sayang. Tidak kisah sama ada sahabat mahupun kekasih. Itulah kehebatan cinta apabila si hati ini sudah menaruh padanya. Perasaan percaya dan menjunjung mengaburi kita daripada kebenaran yang bercahaya di hadapan mata kita.

Bila hati mulai duka,
Aku mengerti siapa dia,
Wahai pemusnah keindahan dunia,
Engkaulah madu engkaulah racun.

Dahulu aku mempunyai teman baik yang cukup akrab. All time we did together. Kami sama-sama bergaduh juga ketawa bersama-sama. Namun setelah datang seorang insan dalam hidup kami, segalanya pincang. kehidupan sudah tidak seperti dahulu. Jika masa lampau aku tersenyum dengan hati yang ria namun kini sekadar keterpaksaan demi menjaga hati si dia. Bukan ingin menyalahkan pihak ketiga dalam persahabatan kami namun dia inginkan perubahan sihingga dia tidak sedar bahawa aku ini masih punya hati dan perasaan.

Dia 'menggunakan' aku demi mendapatkan sahabat yang lain. Aku memang buta pada masa itu. Segala kata-kata manisnya aku percaya bak lebah yang baru ditelan. Sehinggakan aku mulai terasa bahawa banyak benda sudah berubah. Aku terasa ingin bersahabat dengan dia tapi dia sudah berkawan dahulu dengan sahabatku ini.

Bukannya aku menyalahkan mereka namun silap aku menjadi kabel mereka sehinggakan aku sendiri yang terkena renjatan.

Setahun telah berlalu,

Aku sangkakan bahawa semuanya telah berakhir kerana kami bertiga sekadar berkawan namun tidak begitu. Sehinggakanj aku terasa bahawa rakan lamaku ini telah melampaui batasan dan yang lagi satu penuh tipudaya dan alasan. Betapa aku tidak sanggup menahannya hinggakan pada satu mingggu itu satu perkara bodoh telah aku lakukan. Alhamdulillah aku masih sihat hingga ke hari ini.

Bukan aku katakan aku ini sungguh sempurna namun bagaikan serigala bermuka dua. Sang penipu ini penuh dengan kata indah berwajah manis di hadapanku namun kebenarannya terserlah di hadapan orang lain. Adakah perlu aku bersahabat dengan mereka?

Mereka dahulu mewarnai hidupku dengan penuh kekemasan kini mereka juga telah menghiasinya dengan liku-liku kehidupan yang cukup hebat! Syabas wahai sahabat-sahabatku.

Sekian lama aku memandang jauh dan tersesat dalam permasalahan ini. Alangkah butanya aku bahawa selama matahari terik memancar, hujan menangisi aku terlupa rupa-rupanya pelangi di atasku.

Dia rakan sebenar aku selama aku susah dan senang, dia sentiasa bersama aku. Walau dia tidak punya banyak kelebihan namun satu yang paling berharga dalam dirinya berbanding dua sahabatku itu ialah kejujuran hati seorang sahabat yang menjadi asas kepada ikatan kami.

Aku sentiasa bercerita tentang sahabat lain yang aku sayang namun dia masih melayan aku. Walau aku banyak berkelakuan berat sebelah namun dai masih bisa bersahabta dengan aku.
Alangkah setianya dia. Dialah sebenarnya terdahulu sahabatku hingga kini tidak seperti yang lagi dua itu hanya bersifat sementara.

Ingatlah wahai mereka yang bersahabat,
Cariah kawan seribu kerana ia belum mencukupi dan janganlah mencari musuh walaupun satu kerana ia terlalu banyak nilainya.

Ingatlah wahai sahabat,
Sebelum engkau mencari sahabat jadi seorang sahabat dahulu

Ingatlah wahai sahabat,
Orang yang mensia-siakan orang yang sentiasa di sisi kita tanpa kita sedar namun kita masih mencarii yang jauh, engkau insan yang bodoh dan jahil

Ingatlah wahai sahabat,
sahabat sentiasa mendorong kita
membetulkan keasalahan kita

dan sahabat itu wahai temanku adalah tongkat yang sentiasa memandu kita kepada cahaya kebenaran yang hakiki.

Ikhlas untukmu wahai sahabatku yang sanggup mekar dalam kesedihanku, !****

Jangan kau sangka yang manis itu madu yang pahit itu racun tapi kadangkala boleh jadi ubat.

Friday, July 4, 2008

What A True Friend Can Do

Assalamualaikum,

Kini semuanya dah berubah apabila tibanya semester kedua. Aku ingatkan bolehlah kekal or we still can happy together, but it not happen yet and we become far and far and far. Before this, when we meet, at least smiling will painted but not now like we do not know each other.Sometimes it very sad until a tear appear from my eyes. You know, he like my brother but I don't know what actually happen in our relation.

I hope we still like this. I just think positive and sometimes, I blame myself. Maybe it was my fault because made him uncomfortable with me. My best thinking is our communication was less. Maybe it is a main factor. One more thing is, may be he want me to study without think of him. Moreover, I will take my PMR this year. So, don't think about the other. M I right?


I remember what my friend had said "Aku tak kan kacau die klu dia dah x cakap ngan aku". So, the point is, bukan lah aku tak kan cakap ngan die, tapi aku biarkan die rasa bebas dari aku, senang kata macam x kenal aku. Mungkin ini akan lebih selesa bagi die. Tapi lagi seorang tu aku x leh kacau sangat sebabnya, raamai senior suka kat die. Favourite boy la kut.

Macam aku kata

Kalau kita sayang die,
Tak semestinya kita bersama dengan dia,
Kalau kita sayang dia,
Buktikannya dengan benarkan dia berbahagia dengan sesiapa juga.

Namun, jangan lupa untuk mendoakan kebahagiaan dia di akhirat.
Itulah tanda kasih seorang sahabat terhadap sahabatnya.

A true friend will let a friend happy with anyone as long as it is good for a friend.

I love both of you.