Showing posts with label Kristus. Show all posts
Showing posts with label Kristus. Show all posts

Friday, April 2, 2010

BAB 3 : HUKUM ALLAH ERA PERJANJIAN LAMA

Hukum Allah dari kekal sampai kekal sebagaimana tabiat Allah yang tidak berubah. Di bawah ini akan dibincang keberadaan hukum Allah jauh sebelum Kristus datang sebagai manusia, bahkan sebelum manusia berdosa.


1. Adakah yang melanggar hukum sebelum manusia diciptakan?

"... Iblis berbuat dosa dari mulanya" I Yohanes 3:8.

"Engkau tak bercela dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa ... engkau sombong kerana kecantikanmu" Yehezkiel 28:15-17.

"Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: ... hendak menyamai Yang Maha Tinggi" Yesaya 14:14

Catatan : Lucifer (Iblis) hendak menjadikan dirinya tuhan. Dia melanggar hukum yang pertama dari Sepuluh Hukum. Saat itu Dasa Titah (Sepuluh Hukum Allah) memang belum dinyatakan secara bertulis seperti di Sinai, namun kandungannya sudah ada sejak awal, kerana itu menggambarkan tabiat Allah (apa yang berkenan di hatiNya dan apa yang tidak berkenan padaNya).


2. Adakah hukum moral Allah sudah ada sebelum dinyatakan di Gunung Sinai?

"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." Roma 5:12.

Catatan: Nenek moyang kita yang pertama, Adam, sudah diperkenalkan kepada hukum Allah; jika tidak maka ia tidak dapat disebutkan berdosa, Paulus mengumumkan: "Kerana aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: `Jangan mengingini."' Roma 7:7.


3. Adakah bukti lain bahwa Sepuluh Hukum sudah ada sebelum diberikan di Gumung Sinai?

a. Hukum pertama yang berhubungan dengan tuhan lain.

Kejadian 35:2

Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.

Yosua 24:2

"Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada tuhan yang lain." .


b. Hukum kedua yang melarang penyembahan berhala.

Kejadian 31:19

Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya.

Kejadian 35:4

Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dimiliki mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar dekat Sikhem.


c. Hukum ketiga melarang penghinaan kepada Allah.

Keluaran 5:2

Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.

Ayub 21:15

Yang Maha Kuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?


d. Hukum keempat yang berhubungan dengan hari Sabat Allah.

Kejadian 2:2-3

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, kerana pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Keluaran 16:23

Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi." (Pada waktu ini Sepuluh Hukum belum dinyatakan di Sinai)


e. Hukum kelima yang berhubungan dengan penghormatan orang tua.

Kejadian 50:16-17

Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Saudara-saudara Yusuf mengerti bahwa orang tua harus dihormati, sehingga mereka memakai hal ini agar Yusuf tidak membalas perbuatan mereka.


f. Hukum keenam mengenai pembunuhan.

Kejadian 4: 8

Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Tuhan menghukum Kain atas perbuatannya ini meskipun Sepuluh Hukum belum dinyatakan secara tertulis.


g . Hukum ketujuh yang melarang ketidak-setiaan dalam perkawinan.

Kejadian 34:2

Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.

Kejadian 39 :7

Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Yusuf menolak : (Kejadian 39:9) ".. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Sebelum Sepuluh Hukum dinyatakan secara tertulis, Yusuf tahu bahwa perzinaan adalah dosa di mata Allah.


h . Hukum ke-8 melarang pencurian.

Kejadian: 44 :8

Bukankah wang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu?

Kejadian: 27 35

Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu."


i . Hukum kesembilan yang berhubungan dengan penipuan dan kepalsuan.

Kejadian: 27 :24,36

Tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya!" ..... Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, kerana ia telah dua kali menipu aku."


j. Hukum kesepuluh yang berhubungan dengan ketamakan.

Hawa menginginkan yang bukan miliknya sebelum mengambilnya.

Kejadian: 3 :6.

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati kerana memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Catatan: Sementara ke-Sepuluh Hukum belum tidak dinyatakan secara formal, namun jelas dari penyataan-penyataan ini bahawa manusia menyedarinya, sebahagian orang mengatur hidup mereka sesuai dengan hukum-hukum itu, sebahagian lagi melanggarnya.


4. Ada banyak hukum dan peraturan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel melalui Musa. Mencakupi apa sajakah hukum-hukum yang Allah berikan itu?

Ada tiga macam hukum disebutkan dalam Alkitab. Perlu membedakan sifatsifat hukum-hukum ini jika tidak orang dapat salah menggunakan Kitab Suci yang membawa kebinasaan mereka sendiri (II Petrus 3:16). Ketiga jenis hukum itu ialah:

a. Hukum Sipil

Ini adalah hukum-hukum yang mengatur hubungan antara sesama manusia dalam masyarakat Israel yang Theokrasi (Tuhan sendiri yang menjadi ketua pemerintahan), menyangkut kejahatan, hukum perang, prosedur penghakiman, perceraian, dan lain-lain. Contoh : Keluaran 21, 22, Bilangan 19-22, 24-25

Ini tidak lagi mengikat sekarang sebagai kewajipan sipil mengingat kita hidup di Indonesia yang mempunyai undang-undang negara sendiri.

b. Hukum- Upacara

Ini adalah hukum-hukum kaabah yang mengatur upacara agama bangsa Israel yang menunjuk kepada Mesias.

Menyangkut tata cara persembahan korban, hari-hari raya, dsb. Hukum-hukum ini diberikan kerana kejatuhan manusia ke dalam dosa, dan hanya merupakan bayangan saja dari apa yang akan datang (Kolose 2:16,17). Berlaku sampai hukum-hukum ini mencapai penggenapannya dalam pekerjaan penebusan dan pendamaian yang dilakukan Kristus.

Contoh : Imamat 1- 9, Imamat 23.

c. Hukum Kesihatan

Hukum-hukum ini mengatur hal-hal yang berhubungan dengan makanan, kebersihan, sanitasi, penyakit, dan sebagainya. Contoh Imamat 11 - 14, Bilangan 19

Kerana hukum ini menyangkut kesihatan manusia, maka prinsip-prinsipnya tetap berlaku sampai sekarang, bahkan banyak diterapkan di dunia medis, namun penerapannya disesuaikan dengan keadaan zaman dan perkembangan teknologi.

Catatan : Lebih jauh mengenai hal ini dibahas dalam topik "Tubuhku BaitNya"

d. Hukum Moral

Ini adalah hukum sepuluh perintah yang tertulis dalam Keluaran 20:1-17. Hukum ini telah diumumkan di atas Gunung Sinai, ditulis oleh jari Allah sendiri pada loh batu dan merupakan hukum yang universal. Hukum ini menyatakan apa yang menjadi kehendak Allah, cerminan dari tabiat Allah, bersifat kekal.


5. Apakah maksud Allah memberikan hukum-hukumNya?

"Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahawa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. ... dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 26:17-19.

Catatan : Tuhan ingin menjadikan bangsa Israel bangsa yang kudus (kudus = dipisahkan), yang berbeza dengan bangsa-bangsa sekitarnya yang hidup menyembah tuhan-tuhan lain beserta perilaku dan tatacara kehidupan yang di luar kehendak Allah. Bangsa Israel melalui ketaatan mereka terhadap perintah Allah, menjadikan mereka mempunyai kehidupan yang teratur, sihat jasmani dan rohani, sehingga menjadi bangsa yang terhormat dan terpandang di dunia, sehingga dapat menjadi saluran berkat, menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain agar mereka dapat melihat Allah yang benar adalah Allah bangsa Israel.


6. Apakah hukum-hukum yang diberikan Allah tersebut hanya berlaku bagi bangsa Israel saja?

"Mengenai jemaah itu, haruslah ada satu ketetapan bagi kamu dan bagi orang asing yang tinggal padamu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun: kamu dan orang asing haruslah sama di hadapan TUHAN. Satu hukum dan satu peraturan berlaku bagi kamu dan bagi orang asing yang tinggal padamu." Bilangan 15:15,16

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. I Petrus 2:9-10
Catatan : Kita yang beriman pada Kristus adalah anak-anak Abraham (Galatia 3:7), kita adalah Israel rohani yang dipanggil menjadi bangsa yang kudus, dengan demikian hukum-hukum Allah yang diberikan kepada Israel zaman dahulu juga berlaku bagi kita.


7. Apakah perjanjian Allah di Sinai merupakan suatu perjanjian yang baru yang belum ada sebelumnya?

"Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu." Kejadian 17:7
"tetapi Aku sudah mendengar juga orang-orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku." Keluaran 6:4
" Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; diadakan-Nya hal itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel" Mazmur 105:8-10

Catatan : Perjanjian Allah yang dibuat di Sinai sama dengan yang Dia buat dengan Abraham, yang disebutNya dengan perjanjian kekal.


8. Ke atas apa dituliskan Allah ke-Sepuluh Perintah itu?

"Dan la memberitahukan kepadamu perjanjian yang diperintahkanNya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu." Wahyu 4:13.


9. Ke dalam apa ditulis Musa hukum-hukum yang diberikan Allah itu?

"Ketika Musa selesai menuliskan Perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan." Ulangan 31:24.


10. Ke dalam apa dimasukkan kesepuluh perintah itu?

"Diambilnya loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu." Keluaran 40:20.


11. Ke mana buku-buku yang berisi hukum-hukum lainnya itu ditempatkan?

"Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian Tuhan, Allahmu. Supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau." Ulangan 3l:26.

Catatan: Buku yang ditulis Musa mencakupi Sepuluh Perintah. Membuat buku di samping tabut perjanjian menyanggupkan imam mendekatinya supaya mereka dapat mengetahui kehendak Allah dan dapat mengajarkannya. Kenyataan bahwa Allah menulis hukum atau ke-Sepuluh Perintah itu di atas batu dan menempatkannya di dalam tabut perjanjian di bawah tutup pendamaian menunjukkan pentingnya Sepuluh Perintah itu sebagai pusat dalam pemerintahan ilahi. Tetapi, apa yang ditulis Musa adalah berkuasa seperti buku-buku lainnya dalam Alkitab, kerana itu adalah Firman Tuhan.


12. Bagaimana sifat Kesepuluh Perintah itu?

Bukan hanya tugas terbatas manusia kepada Allah (keempat perintah yang pertama) tetapi juga tugas manusia kepada sesamanya (keenam perintah yang terakhir). Baca Matius 22:36-40; Roma 13:8-10; Galatia 5:14. Hukum Allah adalah rohani (Roma 7:14), luas sekali (Mazmur 119:96) karena hukum itu mengukur alasan dan maksud hati sama seperti yang dilakukan terang-terangan (Matius 5:27, 28; Markus 7:21-23).


Kesimpulan

Prinsip-prinsip hukum Allah benar-benar sudah diketahui sebelum Gunung Sinai. Mengapa perlu menyatakan hukumNya di Gunung Sinai? Karena bangsa itu telah bercampur dengan kekafiran dan penyembahan berhala berabad-abad lamanya dalam perhambaan Mesir dan mereka telah kehilangan pandangan kepada Allah dan hukumNya. Ini adalah salah satu sebab mengapa la membawa mereka keluar dari Mesir. Baca Mazmur 105:37-45.

BAB 2 : HUKUM & ANUGERAH

Hukum Allah dan anugerahNya tidaklah berlawanan. Sebahagian orang menganggapnya kerana kita diselamatkan oleh anugerah (Efesus 2:8) kita tidak perlu mengikut hukum Allah yang suci. Sebahagian lagi telah menduga bahawa semua hukum di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah anugerah bukan hukum. Pertanyaan kita satu-satunya seharusnya, apa yang dikatakan Alkitab?


1. Kepada berapa orang Allah, telah menyatakan anugerahNya?

"Kerana kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." Titus 2:11.

Catatan: Anugerah adalah kemurahan yang tidak pada tempatnya dan kasih Allah. Itu adalah kuasa Allah yang bekerja dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Apabila orang berdosa yang bertaubat menerima Kristus Allah memperhitungkan kebenaran Yesus Kristus menjadi kebenarannya.


2. Apakah Musa menyedari anugerah Allah?

"Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru," 'Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya.'" Keluaran 34:6.


3. Apakah Nuh hidup di bawah anugerah?

"Tetapi Nuh mendapat kasih kurnia di mata Tuhan." Kejadian 6:8.


4. Cara-cara apakah yang telah digunakan Allah untuk membuat anugerahNya tersedia bagi umat manusia?

"Dan oleh kasih kurnia telah dibenarkan kerana penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian kerana iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, kerana la telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.'' Roma 3:24, 25.


5. Apakah sebahagian dari kasih anugerah?

Anugerah memberikan pengampunan atau penghapusan dosa-dosa yang lalu (Roma 3:25). Itu membawa hidup kekal kepada orang percaya (Roma 5:21). Orang percaya menghentikan dosa (Roma 6:1-2, I Yohanes 3:6 "...setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi"), dan melakukan pekerjaan yang diperkenan Allah (Efesus 2:8-10). Penurutan kita kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam hukumNya adalah buah yang otomatis dari keselamatan kita.


6. Apakab Daud mengetahui fakta bahwa keselamatan datang oleh anugerah?

"Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya." Roma 4: 6, 7.


7, Apakah orang percaya di bawah hukum atau di bawah anugerah?

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, kerana kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih kurnia." Roma 6:14.

Catatan: Orang-orang yang di bawah anugerah adalah orang-orang yang telah mati kepada dosa. Baca Roma 6:3-1. Tidak ada orang yang dapat diselamatkan dengan cara penurutan kepada hukum Allah; hanya dengan anugerah Allah. Dan barangsiapa yang menerima pengampunan anugerah Allah, bukan lagi di bawah penghukuman Taurat/hukum Allah.


8. Bagaimana keadaan orang-orang yang di bawah hukum? -

"Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah." Roma 3:19.

Catatan: Orang-orang yang melanggar hukum Allah bukanlah di bawah anugerah. Mereka adalah di bawah penghukuman hukum itu, dan dengan demikian mereka bersalah di hadapan Allah.


9. Apakah anugerah meniadakan hukum?

"Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, kerana kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih kurnia? Sekali-kali tidak!" Roma 6:15


Kesimpulan

Yakobus menceritakan kepada kita siapa pembuat hukum itu. "Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, iaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan." Yakobus 4:12. Kristuslah yang sanggup menyelamatkan.

Yang sanggup membinasakan juga adalah Kristus (Matius 10:28). Oleh kerana itu pembuat anugerah adalah juga pembuat hukum. Allah memberikan hukum-hukumNya pada kita untuk melindungi dan menjaga kita di jalan kehidupan, sama seperti kita membangun pagar penghalang di jambatan-jambatan dan jalan-jalan di pergunungan untuk menjaga supaya kita jangan jatuh dari jalan.

BAB 1 : DASAR-DASAR HUKUM ALLAH

Alkitab menunjukkan Allah mempunyai pemerintahan (Mazmur 103:19) dan setiap pemerintahan pasti mempunyai hukum dan peraturan-peraturan. Allah adalah satu-satunya pemerintah di alam semesta, hukum-hukum yang dibuatNya tentunya berlaku bagi seluruh penghuni alam semesta. Sebagaimana Allah adalah kekal, maka hukum-hukumNya juga bersifat kekal.


1. Keatas prinsip apa pemerintahan Allah didasarkan?

"Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaMu, kasih dan kesetiaan berjalan di depanMu." Mazmur 89:15

Dasar dari pemerintahan Allah adalah hukum-hukumNya.


2. Apa yang dimaksud dengan "Hukum Allah" di dalam Alkitab?

Hukum Allah adalah standard terhadap mana sesuatu hal dinyatakan benar atau salah, seseorang dinyatakan berdosa atau tidak. "..., sebab dosa ialah pelanggaran terhadap hukum Allah" I Yohanes 3:4


3. Apa gunanya hukum Allah?

"Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh kerana melakukan hukum Taurat, kerana justeru hukum Taurat orang mengenal dosa." Roma 3:20


"Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justeru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Kerana aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" Roma 7:7


"..., tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran." Roma 4:15

Hukum tidak berkuasa mengampuni pelanggaran. Hukum menyatakan / memperlihatkan dosa kita dan itu membawa kita kepada Kristus (Yesus) untuk mendapatkan pengampunan dan penebusan.

4. Apakah hukum Allah menyatakan kehendak Allah?

Sudah tentu, kerana Dia sendiri yang membuat hukum-hukum itu, maka hukum-hukum tersebut merupakan pantulan tabiat Allah sendiri. "Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku." Mazmur 40:9. John Wesley menyatakan bahawa "Hukum ini (hukum Ilahi) adalah gambaran yang benar dari Yang Maha Tinggi dan Maha Qudus yang menempati kekekalan. Inilah wajah Allah yang terbuka. Inilah isi hati Allah yang terbuka untuk manusia" (Peraga Baru hal 183, diambil dari Fourty-four Sermons, hal 385, 386.)


5. Sebutan-sebutan lain apa yang dipakai untuk menyatakan hukum Allah?

Dalam Mazmur 119 Daud memakai beragam ungkapan : perintah-perintahMu, peringatan-peringatanMu (ay 111), titah-titahMu (ay 110), ketetapan-ketetapanMu (ay 112), TauratMu (ay 97), firman-firmanMu(ay 57), janjiMu (ay 140).


6. Bagaimana manusia harus mengetahui hukum Allah?

"Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahawa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan fikiran mereka saling menuduh atau saling membela." Roma 2:15.

Catatan: Pada waktu penciptaan Allah menuliskan hukumNya dalam hati manusia dan dengan alasan tersebut itu dinyatakan sebagai hukum alam dalam Roma 2:14.


7. Apa hubungan hukum Allah dengan penghakiman?

Hukum Allah adalah standard yang olehNya semuanya dihakimi dan untuk alasan itu Yakobus mengatakan, "Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." Yakobus 2:12. "... takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, kerana adalah kewajipan setiap orang. Kerana Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." Pengkhotbah 12:13,14


8. Untuk berapa lama hukum Allah berlaku?

"Perbuatan tanganNya ialah kebenaran dan keadlilan, segala titahNya teguh, kukuh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran." Mazmur 111:7,8 "Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal." Lukas: 16:17


Kesimpulan

Tidak seperti pemerintahan di dunia ini dimana pemerintah dapat berganti sehingga hukum atau undang-undang pun dapat berganti pula. Allah adalah kekal dan tetap sama, sehingga hukum-hukumNya pun tetap tak berubah. "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin mahupun hari ini dan sampai selama-lamanya." Ibrani 13:8 "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah." (Maleakhi 3:6).